TKA SD-SMP 2026: Kabar Baik atau Beban Baru? 5 Hal yang Wajib Dipahami Orang Tua dan Guru

TKA SD-SMP 2026: Kabar Baik atau Beban Baru? 5 Hal yang Wajib Dipahami Orang Tua dan Guru

Kabar mengenai kembalinya bentuk ujian terstandar sering kali memicu kegelisahan di kalangan orang tua dan siswa. Bayangan akan tekanan berat "Ujian Nasional" (UN) masa lalu kembali muncul, membawa kekhawatiran tentang kesehatan mental anak dan beban akademik yang berlebihan. Namun, di tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dengan pendekatan yang sangat berbeda.


Agar tidak terjebak dalam spekulasi, orang tua dan guru perlu memahami esensi dari kebijakan ini. TKA hadir bukan untuk menghidupkan kembali hantu masa lalu, melainkan sebagai alat ukur masa depan. Berikut adalah lima hal krusial yang perlu Anda pahami mengenai TKA SD-SMP 2026.

1. Bukan Penentu Kelulusan: TKA sebagai "Cermin", Bukan "Vonis"

Satu hal paling fundamental yang perlu ditegaskan adalah bahwa TKA bersifat tidak wajib dan bukan merupakan syarat kelulusan bagi siswa SD maupun SMP. Kebijakan ini diambil untuk memastikan siswa dapat mengikuti asesmen secara objektif tanpa tekanan psikologis yang bisa merusak proses belajar.

Meskipun bukan penentu kelulusan, TKA memiliki fungsi strategis untuk seleksi akademik dan penyetaraan antar jalur pendidikan. Artinya, hasil tes ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan saat siswa akan melanjutkan ke jenjang berikutnya atau berpindah jalur pendidikan secara adil.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan bahwa fokus utama TKA adalah pemetaan, bukan penghakiman terhadap individu siswa:

"TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah."

2. Hanya Dua Mata Pelajaran: Matematika dan Bahasa Indonesia

Dalam pelaksanaannya, TKA 2026 dirancang sangat ramping. Siswa hanya akan diuji pada dua subjek inti: Matematika dan Bahasa Indonesia. Tidak ada mata pelajaran pilihan atau tambahan lainnya. Pemilihan kedua subjek ini dilakukan karena keduanya merupakan fondasi utama dari literasi dan numerasi yang menjadi kompetensi dasar siswa.

Secara teknis, struktur soal TKA didesain untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan. Terdapat dua struktur utama soal:

  • Soal Tunggal: Pertanyaan yang berdiri sendiri secara mandiri.
  • Soal Grup: Sekumpulan pertanyaan yang mengacu pada satu stimulus yang sama, seperti grafik, tabel, atau teks cerita.

3. Pendaftaran Berbasis Izin: Kuasa Tetap di Tangan Orang Tua

Transparansi menjadi kunci dalam mekanisme pendaftaran TKA. Meskipun proses administrasi dilakukan oleh operator sekolah, keputusan akhir berada di tangan orang tua. Sekolah wajib mendapatkan "Surat Pernyataan Keikutsertaan" yang ditandatangani oleh orang tua atau wali murid sebelum mendaftarkan siswa.

Untuk memastikan data anak Anda akurat, perhatikan beberapa istilah teknis berikut:

  • Verval PD: Proses verifikasi data peserta didik. Jika ada kesalahan data pribadi (seperti nama atau NISN), perbaikan dilakukan melalui mekanisme ini atau secara mandiri lewat laman verifikasi NISN Kemendikdasmen.
  • DNS (Daftar Nominasi Sementara): Draft daftar calon peserta. Orang tua dan siswa harus memverifikasi data pada DNS ini dan menandatanganinya jika sudah sesuai.
  • DNT (Daftar Nominasi Tetap): Daftar final yang diterbitkan Dinas Pendidikan. Setelah masuk DNT, siswa akan mendapatkan kartu peserta resmi.
  • Sertifikat Hasil TKA (SHTKA): Setelah ujian berakhir, setiap peserta akan menerima sertifikat resmi sebagai bukti capaian akademik mereka.

4. Diagnosis Nasional untuk Perbaikan Masa Depan

Kemendikdasmen memandang TKA sebagai bagian dari sistem penilaian komprehensif yang mencakup assessment of learning (memotret capaian), assessment for learning (dasar perbaikan), dan assessment as learning. Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA adalah alat diagnosis nasional untuk membaca kemampuan akademik siswa secara lebih adil.

"Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar."

Melalui data ini, pemerintah dan sekolah dapat melakukan intervensi pendidikan yang lebih tepat sasaran, sehingga mutu pendidikan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

5. Catat Tanggalnya: Lini Masa Penting Tahun 2026

Agar persiapan lebih matang dan bebas stres, berikut adalah jadwal resmi pelaksanaan TKA SD-SMP tahun 2026:

  • Pendaftaran: 19 Januari – 28 Februari 2026.
  • Simulasi SMP: 23 Februari – 1 Maret 2026.
  • Simulasi SD: 2 – 8 Maret 2026.
  • Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026 (Tahap uji coba teknis terakhir untuk memastikan kelancaran perangkat dan sistem sebelum hari pelaksanaan).
  • Pelaksanaan Utama SMP: 6 – 16 April 2026.
  • Pelaksanaan Utama SD: 20 – 30 April 2026.
  • Pelaksanaan Susulan: 11 – 17 Mei 2026 (Bagi peserta yang berhalangan hadir pada jadwal utama).
  • Pengolahan Hasil: 18 – 23 Mei 2026.
  • Pengumuman Hasil Nasional: 24 Mei 2026.

Untuk membantu siswa beradaptasi dengan model soal tanpa rasa tertekan, orang tua dapat mengarahkan anak untuk memanfaatkan platform resmi seperti "Ayo Coba TKA" atau fitur "Ruang Murid" pada platform Rumah Pendidikan.

Kesimpulan: Menuju Ekosistem Belajar yang Lebih Sehat

TKA 2026 hadir sebagai upaya untuk memotret kualitas pendidikan nasional tanpa mengorbankan kesejahteraan mental siswa. Dengan sifatnya yang tidak menentukan kelulusan namun tetap memiliki kegunaan administratif (SHTKA), TKA seharusnya tidak lagi menjadi beban, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi efektivitas proses belajar.

Kini, pertanyaan reflektif muncul bagi kita semua: "Jika ujian bukan lagi penentu kelulusan, apakah kita sudah siap fokus pada kualitas proses belajar anak daripada sekadar mengejar angka di atas kertas?"

Posting Komentar untuk "TKA SD-SMP 2026: Kabar Baik atau Beban Baru? 5 Hal yang Wajib Dipahami Orang Tua dan Guru"