Bapak dan Ibu Guru sedang mencari Program Kokurikuler Kelas 1–6 SD lengkap yang dapat digunakan sebagai referensi penyusunan administrasi pembelajaran?
Pada halaman ini tersedia kumpulan program kokurikuler untuk kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 Sekolah Dasar. Seluruh dokumen dapat diunduh melalui tautan Google Drive yang telah disediakan pada setiap bagian.
Dokumen tersebut dapat membantu guru, kepala sekolah, tim pengembang kurikulum, dan koordinator kegiatan kokurikuler dalam merancang kegiatan yang lebih terarah, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan murid.
Catatan penting: Dokumen yang dibagikan merupakan bahan referensi. Guru dan satuan pendidikan tetap perlu memeriksa serta menyesuaikannya dengan Kurikulum Satuan Pendidikan, karakteristik murid, kondisi lingkungan, sumber daya sekolah, dan kebijakan yang berlaku.
Download Cepat Program Kokurikuler SD
Silakan pilih program kokurikuler berdasarkan kelas yang dibutuhkan:
- Download Program Kokurikuler Kelas 1 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 2 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 3 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 4 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 5 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 6 SD
Daftar Isi
- Pengertian kegiatan kokurikuler
- Dasar pelaksanaan program kokurikuler
- Perbedaan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler
- Tujuan kegiatan kokurikuler SD
- Bentuk kegiatan kokurikuler
- Komponen program kokurikuler
- Program kokurikuler kelas 1–6 SD
- Cara menyusun program kokurikuler
- Contoh tema kegiatan per kelas
- Asesmen kegiatan kokurikuler
- Tips pelaksanaan
- Pertanyaan yang sering diajukan
Apa Itu Program Kokurikuler?
Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat, memperdalam, memperkaya, atau mengembangkan kompetensi yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler.
Kegiatan kokurikuler tidak semestinya dipahami sebagai kegiatan tambahan yang terpisah dari pembelajaran. Kegiatan ini justru menjadi jembatan agar pengetahuan yang dipelajari murid di kelas dapat diterapkan dalam situasi nyata.
Dalam kebijakan kurikulum yang berlaku, kegiatan kokurikuler dapat dilaksanakan melalui pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran, integrasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan kegiatan intrakurikuler, maupun bentuk lain yang sesuai dengan konteks satuan pendidikan. telah mempelajari materi tentang lingkungan, murid tidak hanya mengerjakan soal tertulis. Murid dapat melakukan pengamatan kondisi lingkungan sekolah, mengidentifikasi masalah sampah, membuat kampanye kebersihan, memilah sampah, dan merefleksikan perubahan kebiasaan yang telah dilakukan.
Dengan demikian, kokurikuler bukan sekadar menghasilkan produk. Hal yang lebih penting adalah proses murid dalam memahami masalah, mengaplikasikan pengetahuan, bekerja sama, berkomunikasi, dan melakukan refleksi.
Dasar Pelaksanaan Program Kokurikuler
Penyusunan program kokurikuler pada jenjang Sekolah Dasar perlu memperhatikan kebijakan kurikulum dan standar pendidikan yang berlaku.
Salah satu rujukan utamanya adalah Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025, yaitu perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pada PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kebijakan tersebut diterapkan mulai tahun ajaran 2025/2026 dan memperkuat penggunaan pendekatan pembelajaran mendalam. en Nomor 13 Tahun 2025 bukan merupakan kurikulum baru. Kebijakan tersebut merupakan penyempurnaan dan penguatan arah pembelajaran yang dapat diterapkan oleh satuan pendidikan pengguna Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013. embelajaran juga perlu memperhatikan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Peraturan tersebut menggantikan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022. kan dapat diperbarui, satuan pendidikan tetap perlu memeriksa regulasi, pedoman, dan petunjuk teknis terbaru sebelum menetapkan program.
Perbedaan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler
Ketiga kegiatan tersebut merupakan bagian yang saling melengkapi dalam penyelenggaraan pendidikan.
1. Intrakurikuler
Intrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran utama yang dilaksanakan untuk mencapai kompetensi sesuai mata pelajaran atau muatan pembelajaran.
Contohnya:
- pembelajaran Bahasa Indonesia;
- pembelajaran Matematika;
- pembelajaran Pendidikan Pancasila;
- pembelajaran IPAS;
- pembelajaran Seni;
- pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
2. Kokurikuler
Kokurikuler berfungsi memperkuat, memperdalam, mengintegrasikan, atau memperkaya kompetensi yang dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler.
Contohnya:
- projek pengelolaan sampah sekolah;
- pengamatan lingkungan;
- kegiatan literasi keluarga;
- pameran karya;
- simulasi musyawarah;
- kampanye hidup sehat;
- market day sederhana;
- kegiatan pelayanan sosial;
- projek pelestarian budaya lokal.
3. Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan minat, bakat, potensi, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian murid di luar kegiatan pembelajaran utama.
Contohnya:
- Pramuka;
- olahraga;
- seni tari;
- pencak silat;
- paskibra;
- kelompok ilmiah;
- kegiatan keagamaan;
- palang merah remaja.
Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan dan keterhubungannya dengan pembelajaran. Kokurikuler dirancang memiliki hubungan yang jelas dengan kompetensi atau pengalaman belajar murid.
Tujuan Program Kokurikuler SD
Program kokurikuler dirancang agar murid memperoleh pengalaman belajar yang utuh. Kegiatan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada penerapan, karakter, keterampilan, dan refleksi.
Secara umum, program kokurikuler bertujuan untuk:
- memperkuat pemahaman murid terhadap materi intrakurikuler;
- memberikan kesempatan kepada murid untuk menerapkan pengetahuan;
- menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata;
- mengembangkan kemampuan berpikir kritis;
- meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah;
- membangun kemampuan komunikasi dan kolaborasi;
- mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab;
- menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat;
- membentuk kebiasaan hidup sehat;
- memperkuat karakter dan profil lulusan.
Kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler diarahkan untuk mendukung delapan dimensi profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. ip Penyusunan Program Kokurikuler
Program kokurikuler yang baik seharusnya memenuhi beberapa prinsip berikut.
Berpusat pada Murid
Kegiatan disusun berdasarkan usia, tahap perkembangan, kesiapan belajar, minat, dan kebutuhan murid.
Kontekstual
Tema kegiatan diambil dari masalah atau potensi nyata yang terdapat di sekitar murid.
Bermakna
Murid memahami tujuan kegiatan dan dapat menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Berkesadaran
Murid mengetahui apa yang dipelajari, mengapa hal itu perlu dipelajari, dan bagaimana proses belajarnya berlangsung.
Menggembirakan
Kegiatan memberikan tantangan yang sesuai, ruang bereksplorasi, kesempatan bekerja sama, dan pengalaman belajar yang positif.
Inklusif
Semua murid memperoleh kesempatan berpartisipasi dengan dukungan dan bentuk tugas yang sesuai kebutuhannya.
Fleksibel
Sekolah dapat menyesuaikan tema, waktu, bentuk kegiatan, mata pelajaran terkait, media, serta produk kegiatan.
Berorientasi pada Proses
Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Perencanaan, partisipasi, kerja sama, pemecahan masalah, dan refleksi juga dinilai.
Bentuk Kegiatan Kokurikuler SD
Kegiatan kokurikuler dapat dikembangkan dalam beberapa bentuk.
1. Pembelajaran Kolaboratif Lintas Mata Pelajaran
Dua atau lebih mata pelajaran diintegrasikan untuk membahas satu tema atau permasalahan.
Contoh tema “Sekolahku Bersih” dapat mengintegrasikan:
- IPAS: mengenali jenis sampah;
- Matematika: menghitung jumlah sampah;
- Bahasa Indonesia: menulis laporan pengamatan;
- Pendidikan Pancasila: membangun tanggung jawab;
- Seni: membuat poster kampanye.
2. Penguatan Kegiatan Intrakurikuler
Guru merancang kegiatan penerapan atau pendalaman materi yang telah dipelajari dalam satu atau beberapa mata pelajaran.
3. Integrasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Kegiatan dapat diarahkan pada pembiasaan:
- bangun pagi;
- beribadah;
- berolahraga;
- makan sehat dan bergizi;
- gemar belajar;
- bermasyarakat;
- tidur cepat.
4. Kegiatan Berbasis Projek
Murid menyelesaikan masalah atau menghasilkan karya melalui tahapan eksplorasi, perencanaan, pelaksanaan, presentasi, dan refleksi.
5. Kegiatan Berbasis Pelayanan
Murid terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi kelas, sekolah, keluarga, atau masyarakat.
Komponen Program Kokurikuler
Dokumen program kokurikuler sekurang-kurangnya dapat memuat komponen berikut:
| Komponen | Uraian |
|---|---|
| Identitas kegiatan | Satuan pendidikan, kelas, fase, semester, dan tahun ajaran |
| Tema atau topik | Tema yang relevan dengan kebutuhan murid dan sekolah |
| Rasional | Alasan kegiatan perlu dilaksanakan |
| Tujuan | Kompetensi dan karakter yang akan dikembangkan |
| Dimensi profil lulusan | Dimensi yang menjadi fokus kegiatan |
| Mata pelajaran terkait | Mata pelajaran yang diintegrasikan |
| Alokasi waktu | Jumlah waktu atau tahapan pelaksanaan |
| Aktivitas | Rangkaian kegiatan murid |
| Media dan sumber | Alat, bahan, lingkungan, serta narasumber |
| Asesmen | Teknik dan instrumen penilaian |
| Produk atau aksi | Karya, kampanye, laporan, presentasi, atau perubahan kebiasaan |
| Refleksi | Refleksi murid dan guru |
| Tindak lanjut | Perbaikan atau pengembangan kegiatan berikutnya |
Komponen tersebut tidak harus dibuat terlalu rumit. Hal yang lebih penting adalah adanya hubungan yang logis antara tujuan, aktivitas, asesmen, dan tindak lanjut.
Download Program Kokurikuler Kelas 1–6 SD
1. Program Kokurikuler Kelas 1 SD
Program kokurikuler kelas 1 perlu menggunakan aktivitas konkret, sederhana, aman, dan dekat dengan kehidupan murid.
Tema yang dapat digunakan antara lain:
- aku anak mandiri;
- kelasku bersih;
- tubuhku sehat;
- keluargaku;
- tanaman di sekitar sekolah;
- kebiasaan baik setiap hari.
2. Program Kokurikuler Kelas 2 SD
Pada kelas 2, kegiatan dapat mulai diarahkan pada pengamatan, pengelompokan, pencatatan sederhana, kerja berpasangan, dan presentasi singkat.
Tema yang dapat dikembangkan antara lain:
- hidup bersih dan sehat;
- hemat air;
- makanan sehat;
- lingkungan rumahku;
- tertib di sekolah;
- peduli kepada teman.
3. Program Kokurikuler Kelas 3 SD
Kegiatan kelas 3 dapat mengembangkan kemampuan mengumpulkan informasi, membuat catatan, berdiskusi, membagi tugas, dan menyampaikan hasil.
Tema yang dapat dipilih antara lain:
- sampah menjadi berkah;
- budaya daerahku;
- kebun sekolah;
- keselamatan di jalan;
- energi di sekitar kita;
- permainan tradisional.
4. Program Kokurikuler Kelas 4 SD
Program kelas 4 dapat dirancang untuk melatih kemampuan melakukan investigasi sederhana, mengolah data, membandingkan informasi, dan menghasilkan solusi.
Tema yang dapat digunakan antara lain:
- jejak sampah sekolah;
- hemat energi;
- makanan lokal bergizi;
- cerita sejarah daerah;
- kewirausahaan sederhana;
- sekolah ramah lingkungan.
5. Program Kokurikuler Kelas 5 SD
Murid kelas 5 dapat dilibatkan dalam kegiatan yang membutuhkan analisis, perencanaan projek, pembagian peran, pengolahan data, dan presentasi argumentatif.
Tema yang dapat dikembangkan antara lain:
- penyelamat bumi;
- pengelolaan sampah;
- konsumsi bijak;
- kewirausahaan;
- literasi digital;
- konservasi air;
- kampanye hidup sehat.
6. Program Kokurikuler Kelas 6 SD
Program kelas 6 dapat memberikan ruang lebih besar kepada murid untuk menentukan masalah, merancang kegiatan, mengumpulkan bukti, menyusun solusi, dan mempertanggungjawabkan hasilnya.
Tema yang dapat dipilih antara lain:
- transisi ke jenjang berikutnya;
- lingkungan berkelanjutan;
- jejak digital;
- kepemimpinan murid;
- toleransi dan keberagaman;
- pameran karya;
- pengabdian kepada sekolah.
Contoh Tema Program Kokurikuler Setiap Kelas
| Kelas | Contoh tema | Fokus pengembangan |
| Kelas 1 | Aku Anak Mandiri | Kemandirian dan komunikasi |
| Kelas 2 | Hidup Bersih dan Sehat | Kesehatan dan tanggung jawab |
| Kelas 3 | Sampah Menjadi Berkah | Kreativitas dan kolaborasi |
| Kelas 4 | Sekolah Hemat Energi | Penalaran kritis dan kewargaan |
| Kelas 5 | Penyelamat Bumi | Kolaborasi dan pemecahan masalah |
| Kelas 6 | Pemimpin Masa Depan | Kemandirian, komunikasi, dan kewargaan |
Tema di atas bukan ketentuan yang bersifat wajib. Sekolah dapat mengganti atau mengembangkan tema berdasarkan hasil analisis kebutuhan.
Cara Menyusun Program Kokurikuler SD
1. Menganalisis Karakteristik Satuan Pendidikan
Identifikasi kondisi sekolah, karakteristik murid, lingkungan sosial, budaya lokal, sumber daya, potensi, dan masalah yang perlu diatasi.
Contohnya:
- masalah sampah;
- rendahnya kebiasaan membaca;
- pemborosan air;
- kurangnya aktivitas fisik;
- potensi kerajinan lokal;
- budaya daerah yang mulai ditinggalkan.
2. Mengidentifikasi Kebutuhan Murid
Gunakan hasil observasi, asesmen, wawancara, refleksi, data kehadiran, catatan perkembangan, serta masukan orang tua.
3. Menentukan Tujuan
Tujuan harus menggambarkan kompetensi yang dapat diamati.
Contoh:
Melalui kegiatan audit sampah kelas, murid mampu mengelompokkan jenis sampah, menyajikan hasil pengamatan, bekerja sama, dan mengusulkan langkah pengurangan sampah.
4. Memilih Dimensi Profil Lulusan
Pilih dimensi yang paling relevan. Tidak perlu memaksakan seluruh dimensi dalam satu kegiatan.
5. Menentukan Mata Pelajaran yang Terintegrasi
Pilih mata pelajaran yang memiliki keterhubungan alami dengan tema.
6. Menyusun Alur Aktivitas
Alur dapat menggunakan tahapan:
- mengenali;
- mengeksplorasi;
- merencanakan;
- mengaplikasikan;
- mempresentasikan;
- merefleksikan;
- menindaklanjuti.
7. Menentukan Asesmen
Asesmen harus mengukur proses dan pencapaian tujuan, bukan sekadar menilai keindahan produk.
8. Menentukan Tindak Lanjut
Hasil kegiatan perlu ditindaklanjuti menjadi perubahan kebiasaan, perbaikan lingkungan, kegiatan lanjutan, atau penguatan pembelajaran.
Asesmen Kegiatan Kokurikuler
Asesmen dapat dilakukan melalui:
- observasi;
- jurnal guru;
- jurnal murid;
- rubrik kinerja;
- penilaian produk;
- penilaian presentasi;
- portofolio;
- wawancara;
- penilaian diri;
- penilaian antarteman;
- dokumentasi perubahan kebiasaan.
Contoh aspek yang dinilai:
| Aspek | Indikator |
| Partisipasi | Terlibat aktif sesuai kemampuan |
| Kolaborasi | Berbagi tugas dan menghargai anggota kelompok |
| Penalaran | Menggunakan informasi untuk menarik kesimpulan |
| Kreativitas | Menghasilkan ide atau solusi |
| Komunikasi | Menyampaikan gagasan dengan jelas |
| Kemandirian | Menyelesaikan tanggung jawab |
| Refleksi | Menjelaskan pengalaman dan hal yang perlu diperbaiki |
Guru dapat menggunakan kategori perkembangan seperti:
- memerlukan bimbingan;
- mulai berkembang;
- berkembang sesuai harapan;
- berkembang sangat baik.
Deskripsi capaian harus didasarkan pada bukti selama kegiatan.
Tips Menggunakan Dokumen yang Diunduh
Setelah mengunduh dokumen, jangan langsung menggunakannya tanpa penyesuaian.
Lakukan langkah berikut:
- baca seluruh isi dokumen;
- periksa kesesuaian kelas dan fase;
- sesuaikan nama satuan pendidikan;
- sesuaikan tahun ajaran;
- periksa tujuan kegiatan;
- pilih dimensi profil lulusan yang relevan;
- sesuaikan alokasi waktu;
- periksa ketersediaan alat dan bahan;
- sesuaikan kegiatan dengan kondisi murid;
- tambahkan bentuk akomodasi bagi murid yang membutuhkan;
- perbaiki instrumen asesmen;
- mintakan telaah dari kepala sekolah atau tim kurikulum.
Dokumen yang baik bukan dokumen yang paling panjang, tetapi dokumen yang dapat dilaksanakan dan memberikan dampak terhadap pembelajaran murid.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah program kokurikuler wajib dibuat oleh sekolah?
Satuan pendidikan perlu merencanakan pelaksanaan kegiatan kokurikuler sebagai bagian dari pengorganisasian pembelajaran. Bentuk dokumennya dapat disesuaikan dengan sistem administrasi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Apakah kokurikuler sama dengan P5?
Kokurikuler dalam kebijakan terbaru lebih fleksibel. Pelaksanaannya dapat berupa pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran, integrasi kebiasaan baik, penguatan intrakurikuler, projek, maupun bentuk kontekstual lainnya. ogram kokurikuler harus berbeda untuk setiap kelas?
Program perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan, kompetensi, kebutuhan, dan konteks murid pada setiap kelas. Tema dapat sama, tetapi kompleksitas aktivitas dan tuntutan tugas harus dibedakan.
Apakah kegiatan kokurikuler harus menghasilkan produk?
Tidak selalu. Hasil kegiatan dapat berupa karya, laporan, presentasi, aksi nyata, layanan, kampanye, perubahan kebiasaan, atau solusi terhadap masalah.
Apakah kokurikuler harus mengintegrasikan banyak mata pelajaran?
Tidak. Integrasi dilakukan secara wajar berdasarkan keterhubungan kompetensi. Jangan memasukkan mata pelajaran hanya untuk memenuhi jumlah tertentu.
Apakah file dapat langsung digunakan?
File sebaiknya dijadikan referensi dan disesuaikan dengan Kurikulum Satuan Pendidikan, karakteristik murid, kondisi sekolah, serta kebijakan terbaru.
Bagaimana cara mengunduh file?
Klik tombol atau tautan unduhan sesuai kelas. Setelah halaman Google Drive terbuka, pilih file yang dibutuhkan, kemudian gunakan menu unduh.
Kesimpulan
Program kokurikuler membantu sekolah menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Melalui kegiatan yang kontekstual, murid tidak hanya menghafal pengetahuan, tetapi belajar mengaplikasikan, berkolaborasi, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan melakukan refleksi.
Silakan gunakan kumpulan Program Kokurikuler Kelas 1–6 SD berikut sebagai referensi awal. Lakukan penyesuaian agar kegiatan benar-benar relevan dengan kebutuhan murid dan dapat dilaksanakan oleh sekolah.
Daftar Unduhan
- Download Program Kokurikuler Kelas 1 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 2 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 3 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 4 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 5 SD
- Download Program Kokurikuler Kelas 6 SD
Bagikan informasi ini kepada guru lain agar semakin banyak satuan pendidikan yang dapat menyusun kegiatan kokurikuler secara terarah, relevan, dan bermakna.
.png)
Posting Komentar untuk "Download Program Kokurikuler Kelas 1–6 SD Lengkap Tahun Ajaran 2026/2027"