Download Juknis FTBI 2026 PDF: Petunjuk Teknis Festival Tunas Bahasa Ibu Jenjang SD dan SMP Jawa Barat

Download Juknis FTBI 2026 PDF Jenjang SD dan SMP Jawa Barat


Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI 2026 kembali menjadi salah satu agenda penting dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan revitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda di lingkungan pendidikan. Bagi sekolah, guru, peserta didik, pembimbing, KKG, MGMP Bahasa Daerah, pengawas, serta dinas pendidikan kabupaten/kota, dokumen Petunjuk Teknis FTBI 2026 menjadi acuan utama dalam memahami mekanisme pelaksanaan lomba.

Dokumen ini disusun oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat sebagai pedoman pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu Jenjang SD dan SMP Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Berdasarkan isi dokumen, FTBI 2026 menjadi sarana untuk mengapresiasi dan mengevaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Sunda pada jenjang SD dan SMP, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026.

Bagi Bapak/Ibu guru, kepala sekolah, operator sekolah, pembimbing lomba, orang tua siswa, dan peserta lomba, file juknis ini sangat penting untuk dipelajari sejak awal agar persiapan lomba lebih terarah dan tidak keliru dalam memahami aturan.


Apa Itu FTBI 2026?

Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 adalah kegiatan perlombaan atau pasanggiri yang berfokus pada penguatan bahasa, sastra, aksara, dan seni Sunda bagi peserta didik jenjang SD dan SMP.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan budaya lokal, pengembangan bakat siswa, serta evaluasi hasil pembelajaran bahasa Sunda di sekolah.

Melalui FTBI, siswa didorong untuk lebih percaya diri menggunakan bahasa Sunda, memahami karya sastra Sunda, mengenal aksara Sunda, serta menampilkan kreativitas dalam bentuk lisan, tulisan, dan seni pertunjukan.


Tujuan Festival Tunas Bahasa Ibu 2026

Dalam Juknis FTBI 2026 dijelaskan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

  1. Menyukseskan kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

  2. Memperkuat sikap, karakter, wawasan, dan sikap positif siswa SD dan SMP terhadap bahasa daerah melalui kegiatan pasanggiri bahasa, sastra, dan seni Sunda.

  3. Mengamati dan mengevaluasi hasil pembelajaran bahasa dan sastra Sunda pada jenjang SD dan SMP.

  4. Mengevaluasi program Revitalisasi Bahasa Daerah bagi penutur muda yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

  5. Memelihara bahasa, sastra, aksara, dan seni Sunda pada bidang pendidikan.

Dengan kata lain, FTBI bukan sekadar lomba tahunan, tetapi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bahasa Sunda agar tetap hidup, digunakan, dan dicintai oleh generasi muda.


Materi Lomba FTBI 2026 Jenjang SD dan SMP

Berdasarkan petunjuk teknis, terdapat 7 materi lomba FTBI 2026 yang diperuntukkan bagi jenjang SD dan SMP, yaitu:

NoNama Lomba SundaNama Lomba IndonesiaJenjang
1NgadongéngMendongengSD dan SMP
2BiantaraPidatoSD dan SMP
3Maca SajakMembaca SajakSD dan SMP
4Nembang / PupuhTembang TradisiSD dan SMP
5Maca jeung Nulis Aksara SundaMembaca dan Menulis Aksara SundaSD dan SMP
6Ngarang Carita PondokMenulis Cerita PendekSD dan SMP
7Ngabodor Sorangan / BoranganKomedi Tunggal / Stand Up ComedySD dan SMP

Tujuh cabang lomba tersebut menjadi ruang aktualisasi siswa dalam menunjukkan kemampuan berbahasa Sunda secara lisan, tertulis, literer, artistik, dan kreatif.


Ketentuan Umum Peserta FTBI 2026

Ada beberapa ketentuan penting yang wajib diperhatikan oleh pemerintah daerah, sekolah, pembimbing, dan peserta lomba.

Pertama, pemerintah kabupaten/kota wajib menyelenggarakan seleksi di tingkat daerah sebelum mengirimkan peserta ke tingkat provinsi. Peserta yang dikirim merupakan pemenang dari hasil seleksi tingkat kabupaten/kota.

Kedua, kabupaten/kota wajib mengirimkan pemenang putra dan putri dari tujuh mata lomba dengan dilengkapi piagam kejuaraan sebagai syarat keikutsertaan di tingkat provinsi.

Ketiga, peserta yang pernah menjadi juara I, II, dan III FTBI tingkat provinsi pada tahun sebelumnya tidak boleh dikirim kembali untuk cabang lomba yang sama.

Keempat, kegiatan lomba dilaksanakan secara luring, sedangkan waktu dan tempat pelaksanaan akan diumumkan kemudian.

Kelima, setiap peserta hanya boleh mengikuti satu jenis lomba.

Ketentuan ini penting dipahami agar sekolah dan dinas pendidikan tidak salah dalam melakukan seleksi, pendampingan, dan pengiriman peserta.


Ketentuan Lomba FTBI 2026

Secara umum, peserta FTBI 2026 harus memperhatikan beberapa aturan teknis berikut:

  • Peserta tidak boleh memperkenalkan diri, menyebutkan asal kabupaten/kota, atau menuliskan identitas selain nomor peserta.

  • Peserta tidak boleh menggunakan seragam yang menjadi ciri khas perwakilan kabupaten/kota.

  • Peserta hanya boleh mengikuti satu cabang lomba.

  • Peserta mengenakan pakaian sesuai ketentuan masing-masing lomba.

  • Untuk lomba tertentu, peserta tidak diperkenankan menggunakan pengeras suara, kecuali cabang lomba yang memang diperbolehkan.

  • Panitia menyediakan alat penanda waktu untuk cabang lomba yang memiliki durasi tampil.

Aturan ini menunjukkan bahwa penilaian FTBI 2026 diarahkan agar lebih objektif, adil, dan tidak dipengaruhi identitas daerah peserta.


Ringkasan Cabang Lomba FTBI 2026

1. Lomba Ngadongéng

Lomba ngadongéng menggunakan konsep “dongeng sebagai teater tutur”. Peserta dapat memilih materi dongeng dari buku, dokumen, kekayaan dongeng lokal, atau hasil wawancara dengan maestro dongeng di daerah masing-masing.

Untuk jenjang SD, materi dongeng diarahkan pada jenis fabel. Untuk jenjang SMP, materi dongeng diarahkan pada sasakala atau jenis dongeng lain selain fabel.

Durasi lomba ngadongéng adalah 5 sampai 7 menit. Aspek penilaian meliputi bahasa, pemahaman isi, dan penampilan.


2. Lomba Biantara

Lomba biantara atau pidato bertujuan melatih keberanian siswa berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan secara logis, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Sunda.

Tema biantara untuk jenjang SD antara lain impian dan cita-cita, persahabatan, hormat kepada orang tua, menjaga lingkungan, dan pentingnya olahraga.

Tema biantara untuk jenjang SMP antara lain etika dan tata krama, kreativitas, anti-bullying, pentingnya pendidikan, kebanggaan terhadap budaya Sunda, etika menggunakan teknologi informasi, dan hormat kepada guru.

Durasi biantara untuk SD adalah 4 sampai 6 menit, sedangkan untuk SMP adalah 5 sampai 7 menit.


3. Lomba Maca Sajak

Pada lomba maca sajak, peserta wajib membacakan satu sajak yang disediakan oleh panitia. Peserta harus menyebutkan judul sajak dan nama pengarang dengan jelas.

Peserta tidak diperkenankan menggunakan properti tambahan selain teks sajak dan tidak diperkenankan diiringi musik.

Aspek penilaian meliputi tafsir, vokal, penghayatan, dan penampilan.


4. Lomba Nembang / Pupuh

Lomba nembang menggunakan tembang rancag buhun dengan lagu tandak atau panambih versi Mang Koko.

Untuk jenjang SD, pilihan pupuh meliputi Mijil, Magatru, Gurisa, Pucung, dan Gambuh. Untuk jenjang SMP, pilihan pupuh meliputi Durma, Pangkur, Dangdanggula, Sinom, dan Ladrang.

Aspek penilaian meliputi vokal, penghayatan, dan penampilan.


5. Lomba Maca jeung Nulis Aksara Sunda

Lomba ini menguji kemampuan peserta dalam membaca dan menulis Aksara Sunda.

Durasi menulis Aksara Sunda adalah 20 menit, sedangkan durasi membaca Aksara Sunda adalah 2 menit. Bentuk aksara yang digunakan mengacu pada Aksara Sunda Standar Unicode versi tahun 2013.

Aspek penilaian terdiri atas kemampuan membaca Aksara Sunda dan kemampuan menulis Aksara Sunda.


6. Lomba Ngarang Carita Pondok

Lomba ngarang carita pondok atau menulis cerpen Sunda menuntut peserta menghasilkan karya fiksi yang orisinal, tidak mengandung plagiarisme, SARA, dan pornografi.

Tema lomba ditentukan oleh panitia saat lomba dimulai melalui stimulasi visual berupa pilihan gambar.

Durasi mengarang carpon maksimal 3 jam. Peserta menulis menggunakan perangkat digital seperti laptop atau ponsel yang dibawa masing-masing.

Aspek penilaian meliputi teks dan bahasa serta isi cerita.


7. Lomba Ngabodor Sorangan / Borangan

Lomba ngabodor sorangan atau borangan merupakan bentuk komedi tunggal dalam bahasa Sunda.

Materi yang dibawakan bukan sekadar dongeng lucu, tetapi cerita yang mengandung kelucuan tentang kejadian hangat atau viral di masyarakat. Materi harus orisinal, tidak mengandung SARA, pornografi, dan ledekan.

Durasi borangan adalah 4 sampai 6 menit. Aspek penilaian meliputi bahasa, materi, dan penampilan.


Mengapa Juknis FTBI 2026 Penting Diunduh?

Juknis FTBI 2026 penting diunduh karena menjadi rujukan teknis resmi bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan FTBI, mulai dari sekolah, pembimbing, peserta, panitia seleksi, hingga pemerintah daerah.

Dengan membaca juknis ini, guru dan pembimbing dapat memahami:

  • Cabang lomba yang dilaksanakan.

  • Ketentuan peserta.

  • Durasi setiap lomba.

  • Tema atau materi yang diperbolehkan.

  • Aspek penilaian.

  • Larangan dalam lomba.

  • Syarat peserta menuju tingkat provinsi.

  • Lampiran naskah dan rumpaka yang digunakan dalam lomba tertentu.

Tanpa membaca juknis, sekolah berisiko salah menyiapkan peserta, salah memilih materi, atau keliru memahami ketentuan teknis lomba.


Sasaran Pembaca Juknis FTBI 2026

Dokumen Juknis FTBI 2026 sangat perlu dibaca oleh:

  • Guru Bahasa Sunda.

  • Guru kelas SD.

  • Guru pembimbing lomba.

  • Kepala sekolah.

  • Pengawas sekolah.

  • KKG SD.

  • MGMP Bahasa Daerah SMP.

  • Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

  • Orang tua peserta lomba.

  • Siswa calon peserta FTBI 2026.

Semakin awal juknis ini dipelajari, semakin matang pula persiapan sekolah dalam melakukan pembinaan peserta.



Download Juknis FTBI 2026 PDF

Bagi Bapak/Ibu guru, pembimbing, peserta lomba, dan pihak sekolah yang membutuhkan dokumen lengkapnya, silakan unduh file melalui tautan berikut:

👉 Download Juknis FTBI 2026 PDF Jenjang SD dan SMP Jawa Barat

Pastikan file ini dibagikan kepada guru pembimbing dan peserta lomba agar persiapan FTBI 2026 lebih terarah, sesuai aturan, dan tidak salah memahami ketentuan teknis.



Penutup

Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 merupakan kegiatan strategis untuk menjaga eksistensi bahasa Sunda di kalangan generasi muda. Melalui tujuh cabang lomba yang disiapkan, siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mencintai bahasa ibu, memahami sastra daerah, mengenal aksara Sunda, serta membangun rasa bangga terhadap budaya lokal.

Karena itu, sekolah perlu segera mempelajari Juknis FTBI 2026 dan mulai menyiapkan peserta terbaik sejak dini. Jangan menunggu mendekati pelaksanaan lomba, karena setiap cabang memiliki ketentuan, durasi, materi, dan aspek penilaian yang berbeda.

Silakan download dokumen lengkapnya melalui tautan di atas dan gunakan sebagai pedoman resmi dalam persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026.

Posting Komentar untuk "Download Juknis FTBI 2026 PDF: Petunjuk Teknis Festival Tunas Bahasa Ibu Jenjang SD dan SMP Jawa Barat"