Aplikasi Dapodik Versi 2027 membawa sejumlah pembaruan dalam tampilan, fitur, validasi, serta alur pengelolaan data satuan pendidikan. Salah satu hal yang langsung menjadi perhatian operator sekolah adalah tidak ditemukannya menu atau tombol “Tambah Peserta Didik Baru” pada aplikasi Dapodik lokal.
Kondisi tersebut membuat sebagian operator sekolah mengira bahwa peserta didik baru tidak dapat dimasukkan ke dalam Dapodik. Padahal, proses penambahan peserta didik tetap dapat dilakukan, tetapi melalui Manajemen Sekolah Dapodik (sp datadik).
Panduan Aplikasi Dapodik Versi 2027 telah tersedia pada Portal Dapodik sejak 17 Juli 2026. Operator sekolah disarankan membaca panduan tersebut sebelum melakukan pemutakhiran data Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027.
Menu Tambah Peserta Didik Baru Tidak Ada, Apakah Dihapus?
Tidak ditemukannya menu tambah peserta didik baru pada aplikasi lokal bukan berarti sekolah tidak dapat mendaftarkan peserta didik baru.
Operator perlu memahami bahwa proses penambahan data dilakukan melalui sistem daring Manajemen Sekolah (sp datadik), sedangkan Aplikasi Dapodik lokal digunakan untuk menarik, melengkapi, memetakan, memvalidasi, dan menyinkronkan data tersebut.
Manajemen Sekolah merupakan layanan resmi Dapodik yang diakses menggunakan akun satuan pendidikan melalui sistem Single Sign-On atau SSO Dapodik.
Dengan demikian, alur kerja operator secara umum menjadi:
Manajemen Sekolah → Tambah atau Tarik Peserta Didik → Aplikasi Dapodik → Tarik Data → Masukkan ke Rombongan Belajar → Validasi → Sinkronisasi.
Cara Menambahkan Peserta Didik Baru pada Dapodik 2027
Berikut tahapan umum yang dapat dilakukan operator sekolah.
1. Masuk ke Manajemen Sekolah
Operator membuka layanan Manajemen Sekolah Dapodik (https://sp.datadik.kemendikdasmen.go.id/app/) melalui halaman SSO Dapodik resmi.
Gunakan akun operator atau akun satuan pendidikan yang aktif dan telah memiliki hak akses sesuai kewenangannya. Pastikan alamat email dan kata sandi yang digunakan benar.
2. Pilih Menu Aplikasi
Setelah berhasil masuk, buka menu Aplikasi atau menu lain yang berkaitan dengan pengelolaan peserta didik.
Tampilan dan nama submenu dapat mengalami penyesuaian mengikuti pembaruan sistem. Karena itu, operator perlu membaca keterangan yang tersedia pada setiap menu.
3. Buka Fitur PD Baru
Pilih tabulasi atau submenu PD Baru untuk melakukan penambahan peserta didik.
Pada bagian ini, operator harus memilih mekanisme yang sesuai dengan asal data peserta didik. Peserta didik yang sebelumnya sudah tercatat di Dapodik tidak boleh dimasukkan kembali sebagai data baru karena dapat menyebabkan data ganda.
4. Cari Data Peserta Didik Terlebih Dahulu
Sebelum menambahkan data, lakukan pencarian menggunakan identitas peserta didik, seperti:
NISN;
NIK;
nama lengkap;
tanggal lahir;
nama ibu kandung; dan
sekolah asal.
Pencarian perlu dilakukan secara teliti untuk memastikan peserta didik belum tercatat atau masih terdaftar pada satuan pendidikan sebelumnya.
5. Periksa dan Lengkapi Identitas
Pastikan identitas peserta didik sesuai dengan dokumen resmi, terutama:
Kartu Keluarga;
akta kelahiran;
kartu atau bukti NISN;
ijazah atau surat keterangan lulus;
dokumen hasil penerimaan murid baru; dan
surat pindah apabila peserta didik berasal dari sekolah lain.
Kesalahan satu huruf pada nama, tempat lahir, tanggal lahir, NIK, atau nama ibu kandung dapat menyebabkan data sulit ditemukan, gagal ditarik, atau mengalami masalah saat proses verifikasi dan validasi.
6. Ajukan atau Simpan Data
Setelah seluruh data dipastikan benar, simpan atau ajukan penambahan peserta didik.
Dalam kondisi tertentu, penambahan peserta didik dari luar Dapodik dapat memerlukan proses verifikasi atau persetujuan dari Dinas Pendidikan sesuai jenjang dan kewenangannya.
Operator perlu memeriksa status pengajuan pada Manajemen Sekolah sebelum melakukan Tarik Data di aplikasi lokal.
7. Lakukan Tarik Data pada Aplikasi Dapodik
Setelah data peserta didik berhasil ditambahkan atau disetujui pada Manajemen Sekolah, buka Aplikasi Dapodik Versi 2027.
Selanjutnya:
masuk menggunakan akun operator sekolah;
pilih menu Tarik Data;
jalankan proses Tarik Data;
tunggu hingga proses selesai;
periksa menu Peserta Didik; dan
pastikan data peserta didik baru sudah masuk.
Tarik Data berfungsi menurunkan data terbaru dari server pusat ke aplikasi Dapodik lokal. Proses ini berbeda dengan sinkronisasi yang mengirimkan perubahan data dari aplikasi lokal ke server pusat.
8. Masukkan Peserta Didik ke Rombongan Belajar
Peserta didik yang sudah masuk ke aplikasi belum otomatis menjadi anggota rombongan belajar.
Operator masih harus:
membuka menu Rombongan Belajar;
memilih rombel sesuai tingkat pendidikan;
membuka menu Anggota Rombel;
memilih peserta didik baru;
memasukkan peserta didik ke rombel yang benar; dan
menyimpan perubahan.
Periksa kembali agar satu peserta didik tidak terdaftar pada dua rombongan belajar sejenis dalam periode yang sama.
9. Lengkapi Data Peserta Didik
Setelah peserta didik masuk ke rombel, periksa seluruh data yang masih kosong atau belum lengkap, antara lain:
data identitas;
alamat dan domisili;
data ayah, ibu, atau wali;
data periodik;
tinggi dan berat badan;
jarak tempat tinggal;
moda transportasi;
kebutuhan khusus;
data kesejahteraan; dan
data registrasi masuk.
Dapodik Versi 2027 juga menghadirkan penyesuaian pada formulir peserta didik, termasuk penambahan isian status hidup ayah dan ibu.
10. Validasi dan Sinkronisasi
Setelah seluruh data selesai diperiksa:
buka menu Validasi;
jalankan Validasi Lokal;
perbaiki data berstatus invalid;
periksa peringatan atau warning;
minta kepala sekolah memeriksa data;
masuk menggunakan akun kepala sekolah apabila diwajibkan; dan
lakukan sinkronisasi.
Sinkronisasi sebaiknya dilakukan setelah operator benar-benar memastikan bahwa identitas peserta didik, rombongan belajar, pembelajaran, data guru, dan data sekolah telah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Peserta Didik Sudah Ditambahkan tetapi Belum Muncul
Apabila peserta didik belum muncul setelah Tarik Data, operator perlu memeriksa beberapa kemungkinan berikut.
Status Pengajuan Belum Disetujui
Data peserta didik dari luar Dapodik mungkin masih berada dalam antrean verifikasi atau menunggu persetujuan Dinas Pendidikan.
Peserta Didik Masih Aktif di Sekolah Lama
Sekolah asal mungkin belum mengeluarkan atau meluluskan peserta didik. Operator harus berkoordinasi dengan sekolah asal atau Dinas Pendidikan agar status peserta didik dapat diselesaikan.
Data Identitas Tidak Sesuai
Perbedaan NIK, NISN, nama, tanggal lahir, atau nama ibu kandung dapat menyebabkan data tidak ditemukan atau tidak dapat diproses.
Proses Tarik Data Belum Berhasil
Periksa koneksi internet dan ulangi Tarik Data setelah beberapa saat. Jangan menutup aplikasi selama proses masih berjalan.
Server Sedang Padat
Pada awal tahun ajaran, layanan Dapodik biasanya diakses secara bersamaan oleh banyak satuan pendidikan. Kondisi ini dapat menyebabkan proses masuk, pencarian data, pengajuan, atau Tarik Data menjadi lebih lambat.
Hal yang Harus Dihindari Operator
Dalam pengelolaan peserta didik baru, operator sekolah sebaiknya tidak melakukan hal-hal berikut:
membuat data baru tanpa mencari data peserta didik terlebih dahulu;
menginput peserta didik yang masih aktif di sekolah lain;
menggunakan identitas yang tidak sesuai dengan dokumen resmi;
membuat data peserta didik ganda;
memasukkan peserta didik ke rombel yang salah;
memasukkan satu peserta didik ke dua rombel sejenis;
melakukan sinkronisasi sebelum data diperiksa;
memaksakan perubahan data pokok yang seharusnya dilakukan melalui Verval PD; dan
membagikan akun serta kata sandi Dapodik kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Perubahan yang Menuntut Adaptasi Operator
Perubahan antarmuka dan alur kerja pada Dapodik 2027 memang membutuhkan penyesuaian. Operator yang terbiasa mencari semua fitur pada aplikasi lokal harus mulai membedakan fungsi beberapa layanan Dapodik.
Secara sederhana:
Manajemen Sekolah digunakan untuk pengelolaan tertentu yang dilakukan secara daring;
Aplikasi Dapodik digunakan untuk melengkapi dan memutakhirkan data lokal;
Tarik Data digunakan untuk mengambil perubahan dari server;
Sinkronisasi digunakan untuk mengirim perubahan ke server;
Verval PD digunakan untuk verifikasi dan perbaikan data pokok tertentu; dan
Portal Dapodik digunakan untuk memperoleh installer, panduan, berita, dan informasi resmi.
Portal Dapodik menyediakan informasi data sekolah, peserta didik, rombongan belajar, guru, pegawai, sarana prasarana, progres pengiriman, unduhan, serta akses menuju Manajemen Sekolah.
Kesimpulan
Operator sekolah tidak perlu panik ketika menu Tambah Peserta Didik Baru tidak ditemukan pada Aplikasi Dapodik Versi 2027.
Penambahan peserta didik dilakukan melalui Manajemen Sekolah Dapodik. Setelah data berhasil ditambahkan atau disetujui, operator harus melakukan Tarik Data pada Aplikasi Dapodik, memasukkan peserta didik ke rombongan belajar, melengkapi data, menjalankan validasi, dan melakukan sinkronisasi.
Hal terpenting bukan sekadar cepat memasukkan peserta didik, tetapi memastikan setiap data sesuai dengan dokumen resmi, tidak ganda, masuk ke rombongan belajar yang benar, dan menggambarkan kondisi nyata satuan pendidikan.
Operator sekolah juga disarankan selalu mengikuti Panduan Aplikasi Dapodik Versi 2027 dan informasi terbaru dari Portal Dapodik. Jangan hanya mengandalkan informasi dari grup media sosial karena tampilan, menu, validasi, dan kebijakan sistem dapat mengalami pembaruan.
Semoga informasi ini membantu para operator sekolah dalam melakukan pemutakhiran data Dapodik Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Silakan bagikan kepada operator lain agar tidak terjadi kesalahan dalam menambahkan peserta didik baru.

Posting Komentar untuk "Menu Tambah Peserta Didik Baru Tidak Ada di Dapodik 2027? Ini Alur yang Benar"